Selasa, 20 November 2012



TOKOH-TOKOH ILMUAN ISLAM

A.    BIDANG KEDOKTERAN

  1. ZAKARIYA AR-RAJI
            Nama lengkapnya ABU BAKAR BIN MUHAMMAD ZAKARIYA AR-RAJI. Di barat cukup di kenal dengan nama Razhes Ar-razi di lahirkan di ray dekat theran, iran tanggal satu Sya’ban 251 H atau 809 M. Di kota kelahirannya ia di kenal sebagai dokter dan memimpin sebuah rumah sakit
            Semasa hidupnya ia menulis tidak kurang dari 200 buku ilmiyah. Di antaranya adalah
  1. AL-HAWI (buku penyuluhan); buku ini di anggap sebagai  buku induk dalam bidang kedokteran
  2. Ensiklopedia kedokteran yang terdiri dari 10 jilid, jilid ke 9 buku ini di tulis bersama Al-Qanun Fi Al-Tibl karya ibnu sinna
  3. ALJUDARI WAL HASABAH (cacar dan campak)
  4. AL-KYMIA merupakan buku acuan penting dalam ilmu kimiya
  5. AL-ASRAR (rahasia-rahasia)
Karya-karya besar ar-raji tersebut merupakan buku rujukan penting dalam perkembangan dunia kedokteran
Saat itu dan untuk masa-masa berikutnya. Buku-buku karya Ar-razi banyak di jumpai di musium-musium eropa dan banyak di giunakan sebagai buku rujukan untuk dunia kedokteran di barat
            Selain itu banyak sekali penemuan monumental  Ar-razi yang sangat berarti bagi perlembangan ilmu kedokteran diantaranya:
  1. Small-fox (penyakit cacar). Penemuan ini melembungkan namanya dalam dunia medis, sebab ia adalah sarjana pertama yang meneliti penyakit tesebut. Ia membedakan penyakit  ini menjadi penyakit air (variola) dan cacar  merah (vougella)
  2. Air raksa (HG) yaitu salah satu penemuan besar beliau dan banyak manfaatnya di dunia kedokteran
  3. Diagonsa Hipertensi ar-razi adalah seorang dokter yang pertama kali melakukan diagonsa terhadap hipertensi (darah tinggi). Ia melakukan penelitian dan pengobatan kepala pening dengan pemanasan saraf. Ia pun melakukan pengobatan mirip cara akupuntur yang sekarang telah amat populer
Tentang pengobatan yang telah di lakukan ar-razi salah seorang dokter dari barat mengatakan” ar-razi mengobati penyakit kronos dengan cara seperti yang kita terapkan dewasa ini, dan ia juga telah melakukan penjahitan pada luka-lika yang terbuka”

  1. IBNU MASSAWAYH (DOKTER SPESIALIS DIET)
      Nama lengkapnya ABU  ZAKARIYYA YUHANA IBNU MASAWAYH. Populer dengan nama
Ibnu masawayh adalah nama orang tuanya atau bukan ia dokter termasyhur di abad  3H/9M karirnya sebagai dokter ternama sejak jaman  Harun Ar-Rasyid, khalipah Abbasiyah ke lima hingga Al-Mutawakkil, khalipah ke sepuluh
            Ia pernah bekerja sebagai dokter  istana. Pasien-pasiennya pada umumnya  menganggap ia sebagai dokter spesialis diet karya-karya yang paling penting Ibnu Masawayh adalah:
    1. AN-Nawadir At-Tibbiya (sebuah kumpulan aporisme medis)
    2. Kitab Al-Azmina (sebuah deskripsi tentang ragam musim sepanjang tahun)   



  1. IBNU SINA (DOKTER PENEMU MACAM-MACAM PENYAKIT)
Nama lengkapnya Abu Al-Husain Bin Abdullah Bin Ali Bin Sina. Ia lebih populer dengan sebutan
Ibnu sina. Orang barat menyebutnya A vicenna. Ia lahir bulan safar 470 H/980 M di afshanah, afghanistan dan meninggal pada tahu 1037 M. Ia merupakan seorang dokter dan filsup islam yab ternama. Sejak kecil ibnu sina mempelajari al-Qur’an dan ilmu-ilmu agama. Setelah itu, ia mempelajari matematika, logika, fisika, geometri, astronomi, metafisika, dan kedokteran
            Propesinya di bidang kedokteran mualai pada usia 17 tahun ketika ia berhasil menyembuhkan Nuh Bin Mansur, salah seorang penguasa Dinasti Samaniyyah. Pada masa dinasti hamdani ia dua kali menjabat sebagai menteri. Kebesaran ibnu sina terlihat pada gealar yang di berikan kepadanya . di bidang filsapat ia di gelari asy-syikh ar-Ra’is (guru para raja). Di bidang kedokteran ia di gelari pangeran para dokter
            Ibnu sina meninggalkan tidak kurang dari 200 karya tulis kebnyakan tulisan itu menggunakan bahasa arab
Sedangkan sebagaian lainmenggunakan bahasa persia. Buku-bukunya yang terkenal antara lain:
  1. Asy-syifa (penyembuhan)
  2. Al-qanum Fi-tibb (peraturan-peraturan dalam kedokteran)
  3. Al-isyarat wa at-tanbihat (isyarat dan penjelasan)
  4. Mantiq al-masyrikiyyin (logika timur)

B.     BIDANG FILSAFAT

  1. AL-KINDI
      Ia bernama YUSUP YA’KUB BIN ISHAK BIN SABAH AL-KINDI. Di bara
t ia di kenal dengan nama Al-Kindus dia lahir di kupah pada tahun 801 M (pada masa pemerintahan harun ar-rasyid ) ia saeorang putra gubernur du kupah di masa Al-Mahdi dan Harun Ar-Rasyid ia phidup pada masa pemerintahan Al-Amin Al-makmud Al-mutashim Al-wastiq dan Al-mutawakkil. Al-Kindi memilih basrah sebagai tempat ia menuntut ilmu disana ia menerima banyak ilmu pengetahuan dalam sejarah hidupnya, di samping di kenal sebagai filsup juga amat masyhur namanya sebagai ilmuan. Dalam karya filsapatnya, Al-Kindi dapat menjelaskan pikiran-pikiran filsapat Aristoteles kepada bangsa arab. Maka tidak heran jika ada yang memeberinya gelar sebagai penggerak filsapat arab. Kebanyakan karaya Al-Kindi menyoroti masalah logika dan matematika. Diantara karya bidang filsapatnya adalah” Risalah fi madkhal  Al-Mantiq bil istifa Al-Qaul pih” sebuah pengantar lengkap logika

  1. AL-FARABI
      Nama lengkapnya ABU NASR MUHAMMAD BIN MUHAMMAD BIN TARKHAM BIN AWZALAGH AL-FARAB. Al-Farabi di ambil dari tempat kelahiranya di farab. Ia lahir tahun 257 H/950 M di daerah farab turkistan. Meninggal di damaskus pada tahun 339 H/950 M
 Al-farabi lebih di kenal sebagai seorang filsup dari pada ilmuan. Walaupun demikian karya-karyana banyak pula yang menyangkut selain bidang filsapat. Karya-karya besarnya di bidang filsapat adalah
  1. Organon, yaitu buku/risalah berisi komentar dan ulasan beliau tentang pikiran Aristoteles tersebut kepada bangsa arab
  2. Introduction section of logic yaitu sebuah buku tentang perkenalan/mukodimah logika.





C.    BIDANG MATEMATIKA

  1. AL-KHOARIZMI
      Nama lengkapnya ABU ABDULLOH MUHAMMAD BIN MUSA AL-KHOARIZMI. Ia
Lahir di khoariz, uzbekistan pada tahu 194 H/780 M. Pada usia mudanya, selama kepemimpinan kholifah Al-Makmun, ia bekerja di Baitul Hikam. Di sana ia bekerja dalam sebuah observatorium tempat ia menekuni matematika dan ekonomi
        Muahammad ibnu Musa Al-khoarizmi adalah tokoh utama dalam kajian matematika arab. Sebagai seorang pemikir islam terbesar, ia telah memengaruhi pemikiran dalam bidang matematika hingga batas tertentu lebih besar dari pada penulis abad pertengahan lainnya. Di samping menyusun tabel astronomi tertua, Al-Khoarizmi di kenal dengan penemuannya yang monumental tentang Al-jabar. Yaitu sistem hitungan nialai menurut tempatnya, puluhan, ratusan, ribuan, karya-karya Al-jabarnya di sebut “ Al-Mukhtasar Fi Hisab Al-Jabr Wa Al-Muqobalah “.

D.    BIDANG ASTRONOMI

  1. MUSA IBRAHIM AL-FAZARI
      Musa Ibrahim Al-Fazari adalah astronom muslim yang di tugaskan oleh kholifah Abu
Ja’far Al-Manshur (136-158 H/754 M) untuk menerjemahkan berbagai risalah astronomi yang berasal dari india. Kumpulan risalah itu bernama Brahmasputrasidanta, dan risalah yang pertama kali di terjemahkan Almagest. Terjemahan dari musa Al-Fajari tersebut di sempurnakan oleh Al-Hajaj bin Mthar pada tahun 221 H/827 M, lalu di sempurnakan kembali oleh Hunain bin Ishak dan Tsabit bin Qurrah setahu kemudian.
            Para astronom dan astrolog itu di angkat sebagai pegawai yang mendapat gaji cukup besar dari khalifah. Merekapun dapat berkonsentrasi melakukan penelitian dan pengkajian tentang astronomi dan astrologi sehingga melahirkan karya-karya gemilang
            Pada tahun 215 H/830 M para astronom muslim telah mampu membuat teropong bintang dengan peralatan yang lengkap di kota yundhisyapur, iran, sebagai perlengkapan sarana rumah sakit dan sekolah tinggi ilmu pengetahuan di sana.

  1. AL-FARGHANI
      Nama lengkapnya adalah Abu Al-Abbas bin Muhammad bin Khatir Al-Farghani.
Orangbarat menyebunya Al-Fargahanus. Ia adalah seorang astronom yang hidup pada jaman  kholifah L-Makmun (813-833 M ) sampai masa Kholifah Al-Mutawakkil (847-881 M ). Al-Fargani salah satu dari ilmuan yang memperindah Baitul Hikam dengan prestsi-prestasinya, dan turut ambil bagian dalam pengukuran drajad garis lintang bumi. Ia mulai melakuakan observasi astronominya pada observatorium astronomi yang di bangun oleh Khalifah Al-Makmun tahun 829 M. Pada jaman Khalifah Al-Mutawakkil ia di beri tugas untuk mengawasi pembangunan Nilometer di Pusat Mesir.
Karya-karya besar Al-farghani di antaranya adalah:
  1. Harakat As-Samawiyah An-Nujum ( asas-asas ilmu bintang )
  2. Usul Ilmu An-Nujum ( pengantar ilmu perbintangan )

  1. AL-BATTANI
      Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Jabir Ibn Sinan Al-Battani  lahir
Pada tahun 858 M, di Battan harram. Ia merupakan astronom arab terbesar yang lahir sekitar tahun 317 H/929 M. Ia merupakan penerus Al-parghani dalam observasi-observasi astronom pada observatorium asrtonomi yang di bangun oleh Khalifah Al-Makmun. Di antara karya-karya Al-Battani antara lain:
  1. Kitab Ma’rifat Matali Al-Buruj fi Bayina Arba’ Al-Falak, sebuah buku ilmu pengetahuan tentang kenaikan tanda-tanda zodiak dalam suatu ruang diantara kuadran-kuadran sfera langit, bukan pada salah satu diantara empat ‘ awtad ‘ atau poros.
  2. Risalah fi Tahkik Al-Ittisalat, yaitu kenaikan-kenaikan titik dari penerapan-pnerapan astrologis.
  3. Az-Zij (Astronomical Treatese and Tables), berisi uraian astronomi dandilengkapi dengan tabel-tabel. Ini adalah karya utamanya yang sampai sekarang masih digunakan.
Sumbangan lain Al-Battani terdapat perkembangan ilmu pengetahuan adalah
Keberhasilanya menemukan secara amat teliti garis lengkung dan kemiringan ekliptik (orbitdimana matahari kelihatannya bergerak), panjangnya tahun tropis,lamanya satu musim,dan tepatnya orbit matahari serta orbit utama planet itu.   

E.     BIDANG BAHASA DAN SASTRA

  1. IBNU MUQAFFA
Ibnu muqaffa adalah pengarang arab berkebangsaan persia. Sebelum masuk islam ia
Bergelar Abu Amr. Ia orang yang pertama menerjemahkan karya sastra tentang kebudayaan India dan Persia ke dalam bahasa arab, dan orang pertama yang melahirkan karya prosa dalam bahasa arab
            Ia hidup zaman Khalifah Abu Ja’far Al-Manshur. Di lahirkan tahun 102-139 H/720-756 M. Ibnu muqaffa pernah menjadi sekretria gubernur Bani Abbas di kirman. Walaupun usia hidupnya amat singkat, tapi ia meninggalkan banyak karya-karya yang berharga, diantaranya:
  1. Kalilah Wa Dimnah ( yang tumpul dan yang keras ).
  2. Siy’ar Muluk Al-Ajam ( kehidupan raja-raja non-Arab )
  3. Al-Adab As-Sigar ( saatra kecil )
  4. Al-Adab Al-Akbar ( sartra besar )

  1. IMAM  SIBAWAYH
Sibawayh adalah seorang ahli gramatika yang paling terkenal dalam perkembangan
bahasa dan sastra arab. Meskipun sebenarnya ia berasal dari persia dan tidak pandai dalam bercakap bahasa arab. Khalifah Harun Ar-Rasyid pernah menampakan kekagumanya pada sibawayh dan memberikan hadiah berharga kepadanya.
            Ia bernama Amru bin Utsman Al-Haris Abu Bashar. Ia dikenal sebagai imam ahli nahwu yang sangat teliti dan konsisten menjaga dan memelihara kaidah bahasa arab yang fasih. Dalam kitab nahwu karya sibawayh tidak ada sedikitpun dasar dan kaidah yang di ubah oleh generasi setelahnya. Hal ini menunjukan betapa ia telah meletakan dasar yang kuat dan pantas untuk perkembangan bahasa arab selanjutnya, kitab besar karya sibawayh adalah
 “ Kitab Al-Sibawayh ” atau di sebut “ Al-Kitab “ yaitu karya tentang ilmu bahasa yang terdiri dari 2 jilid, tebalnya 1000 halaman, dan dinilai sangat memuaskan bagi generasi-generasi yang datang selanjutnya.  

  1.  ABU NUWAS
Nama lengkapnya ialah ABU NUWAS AL-HASAN BIN HANI AL-HAKAMI.
 Sering di sebut Abu Nuwas. Lahir di Ahwaz, iran sekitar tahun 145 H/761 M dan meninggal di baghdad tahu 198 H/813 M ia penyair arab termashur jaman khalifah Haru Ar-Rasyid
            Pada masa khalifah Harun Ar-Rasyid, ia menjadi penyair di istana khalifah, puisi-puisi gubahan Abu Nuwas terdiri atas beberapa tema: pujian (madh), satire (hija’), kehidupan zuhud (zuhdiyat), perburuan binatang liar (tardiyat), penggambaran khamar (khumriyat), dan lelucon sanda gurau (munjiyat). Contoh salh satu syair abu nuwas:

“Illahi ...  Lastu Firdausi Ahla
Wala aqwa Ala Naril Al-Jahimi
Fa Habli Taubatan Wagfir Zunubi
Fa innaka Gofiru Zanbi Azimi”
.......

(Tuhanku, aku tak layak mendapat surga-Mu
Tapi tak kuat menahan siksa neraka
Karena itu, terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
Karena engkaulah maha pengampun dosa-dosa besar)

            Syair-sayair Abu Nuwas di himpun dalam Diwan Abu Nuwas. Di terbitkan di Wina Austria tahun 1885 M dan di kairo 1898 M dan 1932 M

F.     BIDANG SEJARAH DAN GEOGRAFI

  1. AL-MAS’UDI
Nama lengkapnya adalah ABU AL-HASAN ALI BIN HUSAIN  AL-MAS’UDI.
 Lahir di Baghdad menjelang akhir abad ke 9 M dan meninggal dunia di Fustat,  Mesir sekitar tahun 956 M. Ia seorang sejarawan dan ahli geografi. Oleh sejarawan muslim yang terkenal pada masanya ia di juluki” Imam Al-Muarrikhin” (pmimpin para sejarawan).
            Al-Mas’udi di kenal sebagai sejarawan yang gemar mengembara. Tempat-tempat penting yang bersejarah sering ia kunjungi. Semasa hidupnya, ia meninggalkan banyak karya, di antaranya:
  1. Zakha’ir Al-Ulum wa Makana fi Sa’ir Al-Duhur (Khazanah ilmu pada stiap kurun).
  2. Al-Istizkar Lima Marra fi Salif Al-Amar (Penjelasan tentang peristiwa-peristiwa masa lalu)
  3. Tarikh fi Akhbar Al-Ulum min Al-Arab wa Al-Ajam (Sejarah bangsa-bangsa arab, dan persia)
  4. Akhbar Az-Zaman (Kronologi sejarah umum) dan lain-lain

G.    BIDANG ILMU FIQIH

  1. IMAM HANAFIYAH
Iamam hanafiyah lahir di Kufah pada tahun 699 M dan meninggal di Baghdad pada
tahun 776 M.  Nama lengkapnya adalah ABU HANAFIYAH NU’MAN BIN SABIT. Iamam Hanafiyah di kenal rajin dan teliti dalam bekerja serta fasih berbahasa. Meskipun anak saudagar kaya, iama Hanafiyah nenjauhi kemewahan hidup. Hartanya lebih banyak di dermakan dari pada untuk kepentingan sendiri.
            Imam hanafiyah memiliki banyak guru di kalangan tabi’in, seperti Ata’ bin Abi Rabah, Iman Nafi Maulana bin Amr, dan Imam Hammad bin Sulaiman. Selain medalami ilmu fikih, Imam Hanafi juga mendalami hadis dan tafsir. Keda ilmu itu sangat erat kaitanya degan ilmu fikih.dalam menetapkan sebuah hukum,Imam Hanapimenggunakan beberapa dasar, yaitu AL-Qur’an, sunah rasulullah saw.,fatwa dari sahabat,kias,ihtisan,ijmak dan urf
             Dasar-dasar itulah yang kemudian dikenal dengan dasar mazhab Hanafi.Selain itu,Imam Hanafi juga meninggalkan beberapa karya tulis,yaitu al-fara;id,(membahas masalah waris),  asy-syurt 9membahas perjanjian),al-fiqih al-akbar(membahas ilmu kalam).

  1. IMAM MALIK
ImaM Malik lahir di Madinah pada tahun 716 M dan meninggal di kota yang sama
pada tahun 795 M. Nama lengkapnya adalah ABU ABDULLAH MALIK BIN ANNAS BIN MALIK  BIN ABI AMIR BIN AMR BIN HARIST  BIN GAIMAN  BIN KUTAIL BIN AMR BIN HARIST  BIN ASBAHI ia tidak parna meninggal kan Madinah sepanjang hidupnya,kecuali untuk beribadah haji
            Beberapa gurunnya adalah Nafi’ bin Abi Nu’aim, Ibnu Syihab
Az-Zuhri, DAN hasim binUrwa
            Dasar-dasar hukum yang di gunakan Imam Malik  dalam memutuskan  adalah Al- Qur’an ,  sunah rasul , sunah sahabat, tradisi masyarakat Madinah (Amal ahli madinah), kias, dan Al-Maslahah Al-Mursalah
            Dasar-dasar itu juga menjadi pegangan dari mazhab Maliki yang berkembang di wilayah seperti maroko, tunisia, sudan, dan andalusia.
            Kitab termashur yang di tulis oleh imam malik adalah Al-Muatta’. Kitab itu di tulis atas permintaan khalifah Al-Mansur dan selesi penulisannya pada masa khalifah Al-Mahdi. Kitab itu merupakan kitab hadits sekaligus buku fiqih karena berisi hadits-hadits yang berkaitan dengan bidang-bidanng fiqih

  1. IMAM SYAFI’I
Imam syafi’i lahir di Gaza Palestina pada tahun 767 M dan meninggal di Pustat, Kairo
Pada tahun 820 M. Ia hidup pada masa pemerintahan kahalifah Harun Ar-Rasyid Al-Amin dan Al-Ma’mun. Nama lengkapnya adalah ABU ABDULLAH MUHAMMAD BIN IDRIS ASYI-SYAFI’I. Mazhab fiqihnya terkenal dengan nama mazhab Syafi’i. Pada usia sembilan tahun imam Syafi’i sudah mampu manghapal Al-Qur’an. Kemudian, ia mendalami bahasa dan sastra arab di desa Badui, yaitu Bani Huzail. Setelah itu, ia belajar fiqih pada Imam Muslim Bin Khalid Az-Zanni.dalam ilmu hadits, ia berguru kepada Imam Supyan Bin Uyainah sedangkan dalam ilmuAl-Qur’an ia berguru kepada Imam Ismail Bin Qastantin. Ia juga mempelajari kitab Al-Muatta dan berguru kepada Imam Malik.
            Dalm menetapkan hukum, Imam Syafi’i menggunakan lima dasar, yaitu Al-Qur’an, Sunnah, Ijmak, Kias, Istidal (penalaran)
            Kelima dasar ini kemudian di kenal sebagai dasar-dasar mazhab Syafi’i. Adapun beberapa karya tulisnya adalah Ar-Risalah (membahas tentang usul fiqih), Al-Umm (membahas kitab fiqih yang menyeluruh), Al-Musnad (hadits-hadits nabi) dan Ikhtilaf Al-Hadits (kitab mengenai perbedaan-perbedaan dalam hadits).

  1. IMAM MALIK IBNU HAMBAL
Imam Hmbali lahir di Bagdad pada tahun 780 M dan meninggal di tempat yang sama
pada tahun 855 M. Nama lengkapnya AHMAD BIN MUHAMMAD BIN HAMBAL. Ia adalah salah satu seorang ulama mujtahid dalam ilmu fiqih. Mazhabnya di sebut mazhab hambali.
            Ayahnya bernama Muhammad bin hambal bin Hilal, sedangkan ibunya bernama Shaifah binti Maimunah yang berasal dari bangsawan bani Amar. Ia di besarkan oleh ibunya karena ayahnya meninggal pada usia muda. Ia belajar Al-Qur’an dan ilmu agama pada ulama-ulama di Bagdad hingga usia 10 tahun. Kemudian, ia mempelajari ilmu agama dengan mengembara ke berbagi kota, seperti Kufah, Basra, Suriah, yYaman, Mekah, dan Madinah. Di antara guru-gurunya adalah Hammad bin Muslih, Abu Yusup Al-Qadi, dan Abdurrazaq bin Humain. Dari mereka, Imam Hambal belajar ilmu fiqih, ilmu hadits, ilmu tafsir, ilmu kalam, dan ilmu bahasa arab.
            Beberapa muridnya yang terkenal adalah Imam Hasan bin Musa, Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Abu Zur’ah, ad-Dimasyqi, dan Imam Abi ad-Dunia. Di bidang fiqih, Imam Hambali menyimpulkan suatu hukum dengan nas Al-Qur’an atau hadita shahih, fatwa para sahabat, hadits mursal (bersambung), dan kias.
            Adapun kias,di gunakan imam Hambali hanya dalam keadaan terpaksa, yaitu apabila keseluruhan unsur yang terdapat dalam tingkatan diatasnya tidak ada lagi.
            Kemampuannya dalam il;mu hadits terbukti dengan tersusunnya Kitab Al-Musnad. Kitab itu menghimpun 40.000 Hadita yang di susun berdasarkan tertib nama sahabat yang meriwayatkannya, kebanyakan hadits dalam kitab Al-Musnad berderajat shaih dan hanya sedikit sekali yang berderajat daif. Beberapa karya tulisannya yang lain adalah Tafsir Al-Qur’an, Kitab An-Nasikh wal-Mansukh, Kitab Al-Mukaddam wa Al-Muakhkhar, Kitab Al-Munasikh al-Kabir, Kitab Al-Illah, Kitab al-Wara, dan Kitab Ta’at Ar-Rasul

H.    BIDANG ILMU HADITS

  1. IAMAM BUKHARI
Iamam Bukhari lahir di Bukhara tahun 810 M dan meninggal di Khartanah tahu 870
M. Nama lengkapnya adalah ABU ABDULLAH MUHAMMAD BIN ISMAIL BIN IBRAHIM BIN AL-MUGIRAH BIN BARDIZBAH AL-BUKHARI. Sejak kecil, Imam Al-Bukhari mempunyai ingatan yang tajam melebihi orang lain. Ketika berusia 10 tahun, ia belajar ilmu hadits kepada ad-Dakhili, seorang ulama masyhur pada saat itu. Setahu kemudian, ia mulai berani mengoreksi kesalahan gurunya yang keliru menyebutkan periwayatan hadits. Dalam usia 16 tahun, ia telah menghapal hadits-hadits yang terdapat dalam karangan Ibnu Mubarak dan wakil al-Jarah.
            Iamam Bukhari berguru kepada lebih dari 1.000 orang. Menurut riwayat, Kitab al-Jami as-Sahih yang terkenal dengan sebutan Sahih al-Bukhari, disusun dengan menemui lebih dari 1.080 orang guru di bidang ilmu hadits. Guru-guru tersebut muali dari para ulama tabi’in hingga siswa-siswa yang belajar bersama dengan Imam Al-Bukhari. Kitab Sahih Al-Bukhari memuat 7.275 Hadits-hadits dan sekitar 100.000 hadits yang diakuinya shahih. Hadits yang benar-benar shahih . hal itu menunjukan ketelitian yang sangat tinggi.
            Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap tentang suatu hadits dan orang yang meriwayatkannya, Imam al-Bukhari melewat ke daerah Syam (Suriah), Mesir, Aljazair, Basrah, Kufah, dan Bagdad. Ia juga menetap di Mekah dan Madinah selama enam tahun. Dari usaha tersebut, Imam al-Bukhari berhasil mengumpulkan kurang lebih 600.000 hadits dan 300.000 hadits yang di antaranya berhsil dia hafal. Hadits-hadits yang di hafal terdiri dari 200.000 hadits tidak sahih dan 100.000 hadits sahih
            Selain sahih al-Bukhari juga menulis beberapa karya lain, di antaranya adalh at-Tarikh as-Sagir, at-Tarikh al-Ausat, Tafsir al-Musnad al-kabir, Kitab al-Illah, Kitab ad-Du’afa, Asami as-Sahab, dan Kitab Al-Kuna.
            Kitab Sahih Al-Bukhari telah di beri Syarah (komentar) oleh beberapa ulama hadits, misalnya Kitab Fath Al-Bari yang di tulis oleh ibnu Hajar Al-Asqalani.

  1. IMAM MUSLIM
Imam Muslim lahir di Nisabur pada tahun 817 M dan meninggal tahun 857 M di kota
yng sama. Nama lengkapnya adalah ABU AL-HUSAIN MUSLIM BIN AL-HAJJAJ AL-QUSYAIRI AN-NISABURI. Dalam rawi hadits, Bukhari dan muslim sering disebut Syaikhani (dua Syekh)
            sejak usia 14 tahun, ia mendengarkan hdits-hadits dari syekh-syekh di negeriny. Setelah itu ia pergi ke Hijaz, Irak, Suriah, Mesir dan negeri-negeri lain untuk memperdalam ilmunya. Secara umum, guru-guru Imam Muslim sama dengan guru-guru Imam Al-bukhari. Akan tetapi, Imam Muslim pernah berguru kepada Imam Al-Bukhari ketika ia datang ke Nisabur.
            Karyanya yang besar adalah al-Jami’as-sahih Muslim yang lebih di kenal dengan sebutan Sahih Muslim. Hadits-hadits yang di muat dalam sahih Muslim adalah hdits yang telah di sepkati dan di saring dari 300.000 hadits yang di ketahuinya. Untuk memilih hadits itu, Imam Muslim menghabiskan waktu 15 tahun. Para ulama menetpkan kitab sahih Muslim kedua sesudah sahih Bukhari.

  1. IMAM ABU DAUD
Abu Daud lahir di Bagdad pada tahun 817 M dan wafat di Basra pada tahun 888 M.
Nama lengkapnya adalah ABU DAUD SULAIMAN BIN AL-ASY’AS BIN ISHAQ BIN BASYIR BIN SYIDAD BIN AMR BIN AMRAN AL-AZDI AS-SIJISTANI. Sampai umur 21 tahun ia menetap di bagdad. Setelah itu, ia melakukan perjalanan panjang untuk mempelajari hadits di berbagai tempat, seperti Hijaz, Suriah, Mesir, Khurasan, Ray (Terehan), Harat, Kufa, Tarsus, dan Basra. Dalam perjalan itu, ia berguru kepada pakar-pakar ilmu hadits, seperti  Ibnu Amr ad-Dasir, Abdul Wahid at-tayalisi, Abu Bakar bin Abi Syaibah, Dan Imam hambali.
            Sekembalinya dari pengembaraan tersebut, Abu Dawud menulis sebuah kitab hadis, yaitu Sunan Abi Dawud. Para ulama memasukkan kitab tersebut ke dalam Kutubus–sittah atau enam hadis utama. Kitab hadis itu memuat 4.000 hadis dari sekitar 5000.000 hadis yang dikumpulkannya. Kitab Sunan Abi Dawud merupakan yang paling popurel di antara karangan–karangan Abu Dawud yang berjumlah 20 judul. Tidak kurang dari 13 judul kitab telah ditulis untuk mengulas karya tersebut dalam bentuk Syarah (komentar), Mukthasar (ringkasan), dan Tahzid (revisi).

  1. AT-TIRMIDZI
At-tirmidzi lahir di Termez, tazikistan pada tahun 209 H dan meninggal pada tahun
279 H di tampat yang sama. Nama lengkapnya adalah ABU ISA MUHAMMAD BIN ISA BIN SAURAH BIN MUSA BIN DAHHAT AS-SULAMI AL-BUGI. At-tirmidzi memiliki kelebihan dalam menghapal, menyusun, dan meneliti hadits. Imam Bukharipun menjadikan At-Tirmidzi sebagai sumber bahan untuk penyusunan haditsnya. Sumber atau rawi yang di gunakan At-iTirmidzi sebagai sum ber penyusunan haditsnya banyak yang sama kelima hadits Kutubu-Sittah lainnya. Dalam bidang hadits , At-Tirmidzi adalah murid Al-Bukhari . pendapat Imam Al-Bukhari tentang nilai hadits sering di tampilkan dalam karyanya, Sunan At-Turmudzi.
            Meskipun peringkat sunan At-Turmudzi berad di bwah Al-Bukhari dan Sahih Muslim, tetapi ia memiliki kelebihan dalam segi penggunaannya dari dua kitab sahih tersebut. Di antara kelebihan itu adalah pencantuman riwayat dari sahabat lain mengenai suatu masalah yang dibahas dalam hadits pokok, baik yang isinya semakna, berbeda, maupun bertentangan secara langsung atau tidak langsung. Hal itu membuat pembahasan suatu masalah dalam sunan At-Turmudzi lebih mudah di pahami dari pada dalam Sahih Bukhari atau Sahih Muslim. Apabila kitab sahih Al-bukhari dan Sahih Muslim hanya dapat di pahami oleh seorang ahli, Sunan At-Turmudzi dapat di pahami oleh siapapun.

  1. AN-NASA’I
An-Nasa’i lahir di Nasa, Khurasan pada tahun 830 M dan meninggal di Damaskus
pada tahun 915 M. Nama lengkapnya adalah AHMAD BIN SYU’AIB BIN ALI BIN BAHR BIN SINAN. Sejak kecil, ia beljar menghapal Al-Qur’an dan mendalami dasar-dasar ilmu agama. Pada usia 15 tahun, ia mengembara ke Hijaz, Irak, Mesir, Suriah, dan Aljazair untuk berguru ilmu hadits kepada para ulama. Beberapa gurunya adalah  Qutaibah bibn Said, Ishaq bin Ibrahim, dan Muhammad bin Mansur. Setelah menjadi ulama hadits,  ia bermukim di Mesir hingga tahun 914 M, kemudian pindah ke Damaskus hingga meninggal. Beberapa muridnya adalh Abu Qasim ay-Tabrani, Abu Ali al-Husain bin Ali Niayamuzi At-Tabrani, Ahmad bin Umair bin Jusa, dan Abu Ja’far At-Tahawi. Selain ahli hadits An-Nasa’i  juga seorang ahli fiqih dan mazhab Syafi’i. Ia taat menjalankan ibadahpada siang hari dan malam hari, kukuh membela sunnah nabi, dan teguh dalam pendirian. Ia mengamalkan puasa nabi Daud. Yaituv sehari puasa sehari tadakpuasa sepanjang hidupnya.
            Ketika menetap di Mesir, ia pernah terjun ke medan perang bersama gubernur mesirmenghadapi musuh negara.Dalam suasana peperangan ia menyemptkan diri  untuk meyemptkan diri untuk mengajarkan hadits nabi kepada gubernur dan para prajuritnya.
            An-Nasa’i menulis beberapa kitab, yaitu As-Sunan Al-Kubra (sunah-sunah yang agung), As-Sunan Al-Mujtaba (sunah-sunah pilihan), Kitab At-Tamyiz (kitab pembeda), Kitab Ad-Du’afa (kitab tentang orang-orang yang kecil), Khasa’is Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib (keistimewaan amirul mu’minin Ali bin Abi Thalib), Musnad’Ali (kitab dari Ali), dan Musnad Malik (kitab hadits dari Malik), dan tafsir.
            Kitab As-Sunnah Al-Mujtaba merupakan kitab yang terkenal selain Snan An-Nasa’i saat ini. Kitab ini memuat 5.761 hdits yang termasuk dalam Kutubus-Sittah.

  1. IBNU MAJAH
Ibnu majah lahir di Qazwin tahun 824 M dan meninggal pada tahun 887 M. Nama
lengkapnya adalah ABU ABDILLAHBIN YAZID AR-RABI’I AL-QAZWINI. Majah adalah nama gelar bagi yazid. 
            Ibnu majah belajar hadits sejak masa mudanya. Pada usia 15 tahun, ia belajar pada seorang ulama masyhur yang bernama Ali bin Muhammad At-Tanafasi. Pada usia 21 tahun, ia mengadakan perjalanan untuk mencari ilmu ke Ray, Basra, Kufah, Bagdad, Khurasana, Suriah, dan Mesir. Guru-gurunya adalah Abu Bakar bin Abi Syaibah, Muhammad bin Abdullah bin Numaya, Basyar bun Adam, serta para pengikut Imam malik dan Al-Lays. Di samping itu, banyak pula di antara ulama yang meriwayatkan hadits dari Ibnu Majah, di antara Ibnu Sibawaih. Muhammad bin Isa As-Saffar, Ishaq bin Muhammad, Ali bin Ibrahim bin Salamah Al-Qattan, dan Ibrahim bin Dinar Al_Jarasyi Al-Hamdani.
            Ibnu Majah telah menyusun kitab dalam berbagai cabang ilmu. Dalam bidang tafsir,  ia menulis tafsir Al-Qur’an Al-Karim. Ia juga menulis  At-Tarikh, sebuah kitab yang berisi periwayat hadita dari masa awal ke masanya. Karyanya dalam bidang hadits adalah Sunan Ibnu Majah, kitab ini menunjukan kegigihan kerjanya, kedalam dan keluasan ilmunya, serta panutannya terhadap sunnah nabi, baik dalam masalah akidah maupun hukum. Kitab ini memuat 32 bab, 150 pasal, serta 4.000 hadits yang berkualitas baik, kecuali sebagian kecil saja.
           
           


.